Booooom__________ facebook akan ditutup! Kalau saya sendiri akan bersorak senang wilujeng, silakan saja, monggo monggo. Tutuplah. Dan atau berbayarlah. *Hehe he he, maap maap, so sorry. Karena, yah memang ai don ker apa adanya. saat ini*
Meski, lagi-lagi, boooooooooomm, HOAX! Sensasi yang menyenangkan. Mungkin juga ada yang merasa tergemparkan dan meneriakkan OH NO!! *”Yoko, so where are you. John miss you.”*
Ada masalah kalau fb ditutup? Maka kalau sampai muncul tanya yang seperti ini, ingatlah sebuah baris Mati Satu Tumbuh Seribu. Bahkan kalaupun akan benar-benar terjadi fb digitukan, maka berjayalah twiter. Bahkan friendster, yang tanpa disengajakan diberitakan akan ditutup, tanpa ditutuppun sudah banyak pemilik akun yg mengabaikannya. Tidak membuka-bukanya lagi. Dan beralih ke fb, sang generasi baru yang lebih chick. Atau, sekarang tumbuh kicauan twiter. Atau jejaring sosial lainnya. Uhu hu hu hu.
Bisakah kita kembali hidup normal di dunia nyata? DAN tanpa merisaukan dipenjaranya fb. Risau yang berlebihan. Jangan-jangan akan ada reportase “Pasien RS bertambah karena depresi akibat pemberitaan ditutupnya facebook.”