“Ndak usah pulang, ora papa.” Kata Kanjeng Byong saat menelfon pagi kemarin-kemarin.
“Iya.” Sebagai anak ya mencoba manut saja. Sebenarnya alasannya adalah karena cape, trus nanti di rumah tepar, trus nanti ngiuk ngiuk punggungnya pegel. Padahal sebenarnya tidak semengeluh begitu.
Kanjeng Byong ngasih tahu kalau nenek Arso meninggal. Kagetkah? Tidak. Bahkan setelah berucap innalillah wa inna ilaihi raaji’un, ada kelegaan. Terimakasih, karena Allah sudah memutuskannya. Melihat sosok yang sudah sepuh hanya bisa terbaring di tempat tidur, bukan hal yang menyenangkan. Terbaring dan terbaring sepanjang hari. Bayi panjang yang sudah keriput. Tidak tega duduk di sampingnya, terdiam. Kalaupun bersuara, itu hanya sekedar untuk mendukung iya atau emoh, menggeleng atau menggangguk kecil, bila ditawari minum, makan.
Yang sempat saya lakukan kemarin adalah memotong kuku tangan kirinya. Sementara ketika giliran kuku tangan kanan, katanya sakit. Susah digerakkan. Auch, “sekedar” memindahkan tangan, serasa drita besar. “Ya Allah, bagaimana ini. Nikmat-Mu dikemanakan?” Sejujurnya saya tidak menyukai penderitaan. *Normal Jeng!!*
Nenek Arso dipanggil uwak oleh para keponakannya. Dan Kanjeng Byong salah satu keponannya. Keponakan pertama malah. Dan dulu saat masih kecil, saya ikut2an memanggil Wa Arso juga. Padahal seharusnya memanggil Nenek.
Saat menengok nenek Arso *tentu saja pas saya pulang akhir februari kemarin, dan nenek Arso masih ada*, malah terpikir Seperti Apa Kelak Masa Tua Yang Saya Miliki. Langsung membuat permohonan, “Ya Allah, tolong ya, saya pengin tua dengan indah. Sehat. Masih bisa sholat dengan baik. Ngumpul dengan teman. Dikelilingi anak-cucuĀ yang penuh sayang dan hormat.”
“Amin, ya rabb al-’alamin.”
Tetap bertahan sehat. Look inside. Secara pendukung kesehatan bodi, apa kabar makanan yang selama ini masuk. Eh. Ya normal, pasti nasi. Selain nasi. Ya, makan yang lain juga. Halal. Tayib?? Eh??!! He hehe he.
Setelah sholat subuh, masih menyempatkan diri lariĀ pagi? Maaf, seringnya lupa……………….
April 6th, 2011 at 05:12
kopiiiii…..:-d,
innalillahi wa inna ilaihi raajiuun….mg beliau mendapat karunia di sana.
menua dengan indah…amiin ya Rabbal ‘alamiin
April 6th, 2011 at 15:12
Eh, katanya kopi membantu hdup jdi sehat jg loh. KATANYA. Tapi yg jelas memang wenak tenan.
Amin, haturnuhun doa un my grand ma.
GALAKAN HIDUP SEHAT.
Sehat ruhiyah, sehat raga, sehat pikir________________